Sabar

Bilangan 14:18

“TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.”

(Bil. 14:18)

“Sabar…sabar…” salah satu kata yang sering kita ucapkan kepada orang lain tatkala mereka menghadapi persoalan, kesulitan, menanti-nantikan sesuatu atau hal-hal yang tidak mengenakan. Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Diwaktu seperti sekarang ini orang sudah mulai sulit untuk sabar. Setiap orang ingin mendapatkan yang diinginkan dengan cepat dan mudah. Apalagi jika sedang mengalami penderitaan atau kesesakan. Tidak sedikit dari kita yang berkata, “Sampai kapan saya harus bersabar? Sabar kan ada batasnya.”

Sabar memang kata yang mudah untuk diucapkan, tetapi tidak mudah melakoninya. Seperti yang dialami oleh umat Israel yang sudah mulai kehilangan kesabaran saat mengalami kesulitan, tantangan menuju tanah yang dijanjikan Tuhan. Mereka ingin menghentikan perjalanan dan menghendaki kembali ke Mesir.  Mereka sudah tidak percaya kepada Tuhan bahkan mengolok-olok dan menyalahkan Tuhan.  Umat Israel sudah lupa pimpinan Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Apakah Tuhan kecewa dan marah terhadap sikap umat Israel? Tuhan bisa menghukum mereka. Tetapi bukan itu yang dilakukanNya terhadap mereka sebab TUHAN itu sangat sabar, setia, berlimpah-limpah berkat, mengampuni kesalahan dan pelanggaran bagi orang yang setia dan percaya kepada-Nya. Sebaliknya Tuhan akan menghukum setiap orang yang tidak setia lagi kepada-Nya.

Karena itu sebagai orang percaya kita dituntut untuk sabar dalam berbagai aspek, misalnya menahan diri atas emosi, sabar dalam membimbing, mengajar, menasihati dan menuntun orang lain kepada suatu kebenaran. Menjalani hidup tidak selamanya mudah dan membutuhkan kesabaran. Berbagai persoalan, kesulitan, tantangan kadang membuat kita kehilangan kesabaran dan menyerah. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk sabar dan setia. Tuhan menyediakan janji masa depan, Tuhan menyediakan jalan bagi kita dan Tuhan pun tidak akan pernah meninggalkan kita ditengah jalan. Percayakan hidup kita kepada Tuhan. (wal)

Refleksi:

Dalam hal apakah saudara mudah mengeluh dan kehilangan kesabaran?

Doa:

Ya Tuhan, jadikan kami sebagai orang yang dipenuhi semangat baru disepanjang jalan hidup bersama-Mu, Amin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp