SABAR ITU TIADA BATAS

 Nehemia 9 : 17 

Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.

Nehemia 9:17

Satu kali aku ampuni, dua kali aku ampuni, tapi kalau sudah berkali kali, jangan tanya… Sabar itu ada batasnya..!!

Demikianlah biasanya kalimat yang muncul apabila seseorang telah merasa lelah dan jengkel disaat ada seseorang yang berulangkali membuat ulah kepada dirinya. Apakah saudara juga pernah demikian?

Saat bangsa Israel sedang melakukan pertobatan memohon pengampunan dosa kepada Tuhan Allah,  mereka mengingat kembali kasih setia Allah kepada bangsa mereka dan kepada nenek moyang mereka. Ketika nenek moyang mereka berjalan dari mesir menuju Kanaan, sebenarnya Allh telah menunjukkan kasih setiaNYA dengan memberikan segala sesuatu kepada mereka, namun apa yang diperbuat Allah tidak pernah mereka syukuri, sehingga mereka bersungut-sungut dan melawan Allah dalam beberapa peristiwa dan bahkan mereka ingin kembali saja ke tanah Mesir. Sekalipun demikian, Allah tetap sabar dan setia kepada mereka, Allah selalu memberikan pengampunan dan memulihkan kehidupan mereka dengan berkat-berkatNYA. Oleh karenanya, saat itu bangsa Israel juga percaya bahwa Allah akan memberikan pengampunannya kepada mereka karena Allah itu sabar dan setia kepada umatNYA.

Kasih Allah kepada umatNYA tidak hanya berhenti saat itu saja, namun terus berlanjut sampai sekarang dan sampai selamanya, IA tidak mau kita semua binasa melainkan IA ingin kita menerima hidup yang kekal, sehingga sekalipun kita selalu berbuat dosa kepadaNYA, namun IA tetap sabar dan setia sampai IA mengorbankan anakNYA yang tunggal bagi kita.

Jika Allah saja selalu sabar dan setia, maka kitapun juga harus dapat seperti itu, SABAR ITU TIADA BATAS. Ketika kita mampu terus bersabar, maka kita akan selalu mampu untuk mengampuni orang lain dalam kehidupan ini. Kristus telah mengampuni kita, maka kini saatnya kita mengampuni sesama. (Pdt. Adi Setyo Kristianto, M.Si)

Refleksi:

Jika ada batasnya, itu bukan sabar namanya!

Doa : 

Tuhan mampukan kami selalu bersabar, sehingga kami juga mampu untuk selalu mengampuni. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp