SABAR ITU MENGAMPUNI

 Yoel 2:13  

“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.”

Yoel 2 : 13

Pernah dihina? Pernah difitnah? Pernah direndahkan? Bagaimana rasanya? Menyakitkan bukan? Ya, pastinya seperti itu, marah, benci, ingin membalas dan lain sebagainya. Kadang hanya bisa menangis dalam hati, menarik nafas panjang,menundukkan kepala dan menahan amarah. Dalam hati seperti ada yang mengatakan “STOP, JANGAN MARAH”. Ya itu sebenarnya suara Tuhan yang ingin kita tunjukkan sebagai anak-anakNya, kita ingin  menunjukkan karakter  Kristus dalam diri kita, seperti yang Ia lakukan bagi umat yang berdosa. 

Pada saat itu terjadi serangan hama belalang yang dahsyat, jumlahnya tak terhitung lagi hingga saat mereka terbang, sinar mataharipun tertutup oleh kawanan itu. Bukan hanya itu saja, hasil panen dan tanaman mereka semuanya habis dimakan belalang, belum lagi banyak belalang yang mati dan membusuk hingga menimbulkan banyak kuman, bakteri dan penyakit. Dengan kejadian tersebut, pastinya akan terjadi kelaparan pada manusia dan ternak, serta akan yang terjangkit penyakit. Peristiwa itu dimaknai oleh Yoel sebagai awal Hari Tuhan atau hari penghukuman Tuhan bagi bangsa Israel yang telah berdosa kepada Tuhan.

Yoel mengajak kepada umat Israel untuk bertobat dengan melakukan tindakan-tindakan yang baik, sebab dengan begitu, Allah yang penyabar akan memberikan pengampunan dan mengurungkan niatNya untuk menghukum bangsa Israel.

Kesabaran Allah juga ditunjukkanNya melalui Yesus Kristus, sekalipun banyak yang mengujat, menghina bahkan menyalibkanNya, namun Yesus tetap sabar bahkan mengampuni mereka dengan mengatakan “ampunilah mereka, sebab mereka tdak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Dalam kesabaran ada pengampunan.

Dari dua contoh di atas, kita bisa melihat bahwa dalam kesabaran ada pengampunan, sekalipun mungkin kita diperlakukan tidak adil, difitnah, dihina, dijatuhkan, dll, kita harus tetap bersabar dan harus mengampuni mereka. Karakter Kristus yang sabar dan mengampuni haruslah kita miliki dalam kehidupan kita secara pribadi dan juga dalam kebersamaan di kampus tercinta, sehingga kehidupan yang penuh kedamaian dan cinta kasih kita rasakan di kampus ini. ( Pdt. Adi Setyo Kristianto, M.Si)

Refleksi

Kesabaran adalah karakter kehidupan krisitiani.

Doa

Tuhan, mampukan kami untuk sabar dan mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp