SABAR ITU MEMBERI KESEMPATAN

 Yesaya 57:6 

Padamu hanya ada batu-batu licin dari sungai, dan hanya itu sajalah yang ditentukan bagimu; kepada mereka juga engkau mengunjukkan korban curahan, dan mempersembahkan korban sajian. Masakan Aku sabar akan hal itu?

Yesaya 57:6

Banyak orang mencari keuntungan diri sendiri, banyak orang ingin menang sendiri dan banyak orang yang tidak mau mengikuti aturan dan lain sebagainya yang kadang membuat kita menjadi tidak nyaman. Seringkali pula kita enggan dan bingung  harus bagaimana, sementara hal tersebut terus menerus dilakukan.

Bacaan kita hari ini dilatarbelakangi banyak orang percaya yang dianiaya oleh para pemimpin Yehuda dan sebagian besar penduduk Yehuda meninggalkan Tuhan dan menyembah kepada dewa-dewa dari bangsa asing dan ibadah mereka mencakup kebejatan,pelacuran sihir dan juga ada pengorbanan manusia. Yesaya berusaha untuk bersabar, namun semakin hari mereka semakin meninggalkan Tuhan dan melakukan hal-hal yang dilarang Tuhan, akhirnya Yesaya memberikan nasehat dengan kerendahan hati kepada mereka yang telah meninggalkan Tuhan dan meminta mereka untuk segera bertobat. Jika mereka tidak mau bertobat, maka Tuhan akan menimpakan hukuman bagi mereka, namun  jika mereka mau bertobat, maka Tuhan akan mengampuni mereka.  Masih ada kesempatan bagi mereka yang mau kembali ke jalan yang benar. Kesabaran Yesaya memberikan pendidikan kepada mereka bahwa Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada umat untuk kembali ke jalan yang benar, sehingga barangsiapa mau kembali ke jalan yang benar, maka mereka akan diampuni.

Ketika menghadapi dan menjalani jalan kesengsaraan, Yesuspun dengan sabar menghadapi mereka yang membenciNYA dan ingin segera menyalibkanNYA, bahkan Yesus tetap mau mengampuni kesalahan mereka. Kesabaran Yesus menunjukkan bagaiamana kesabaran Allah dalam menghadapi umat manusia.

Sabar itu memberikan kesempatan kepada mereka yang bersalah untuk memperbaiki kesalahannya, oleh karenanya, mari kita tetap bersabar menghadapi orang yang bersalah, doakan selalu agar Roh Kudus merubah hatinya, jika ada kesempatan maka nasehatilah dengan kerendahan hati dan tetap beri kesempatan untuk memperbaiki hidupnya, sehingga Tuhan juga berkenan atas hidupnya. (Pdt. Adi Setyo Kristianto, M.Si)

Refleksi:

Mendapat kesempatan kedua memberi kelegaan bagi yang bersalah! Berilah kesempatan itu, jadi Sabarlah!

Doa:

Ya Tuhan mampukan kami untuk tetap bersabar dan memberi kesempatan bagi sesama untuk berubah ke jalan yang benar. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp