SABAR BOSSS…!

 Yakobus 5:10 

“Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan”

Yakobus 5:10

Dewasa ini setiap orang menuntut pelayanan yang serba cepat: mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat kependudukan yang lain berharap satu jam selesai; membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM) cukup 1 jam saja; pembayaran pajak kendaraan bermotor ataupun pajak-pajak yang lain tidak pakai ngantri; bahkan belanja di swalan pun berharap mendapat pelayanan khusus, supaya tidak berlama-lama mengantri pembayaran ketika pengunjung sedang ramai. Bagi “pemuja kecepatan” semacam ini, yang namanya “menunggu” dan “antri”, apalagi antrian yang terjadi sampai berjam-jam adalah sebuah “penderitaan”, maka tidak heran jikalau sering dijumpai pengantri bersungut-sungut, marah dan melampiaskan kekesalannya dengan berusaha memviralkan kejadian tersebut. Seolah bagi mereka mengantri dan atau pelayanan yang “lama” adalah pelanggaran hak warga negara ataupun konsumen.

Melihat dan atau mengalami sendiri situasi (antri) seperti di atas, tulisan yakobus 5:10, “Saudara-saudara turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan” memberikan nasihat praktis untuk kita belajar olah spiritual. Pertama, belajar menerima. Yakobus menggambarkan, bahwa manusia seperti seorang petani yang menantikan hasil tanaman dari tananhnya (5:7) dan Tuhanlah yang menumbuhkan dan menganugerahkan buahnya (1 Kor 3:7-9). Manusia sekedar menjalani hidup dan Tuhanlah yang menentukan. Ia diajar untuk menerima apapun yang terjadi, suka ataupun tidak suka. Pasti ada hikmat Tuhan dibalik setiap peristiwa yang terjadi.

Kedua, bersabar dan bersyukur. Bersikap sabar akan melatih dan menuntun seseorang pada kemampuan mengendalikan diri, menahan emosi dan keinginan, bertahan dalam situasi yang dianggapnya sulit dengan tidak mengeluh. Sabar juga akan membawa seseorang pada penilaian yang berbeda terhadap sebuah kesulitan. Dari sinilah muncul perasaan positif untuk mensyukuri limpahan anugerah yang diterima.

Sikap spiritual menerima, bersabar dan bersyukur kiranya menjadi kekayaan yang berharga bagi setiap orang beriman dalam menjalani setiap panggilan dan tugas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian menunggu lama ataupun antri karena satu dan lain hal? Tidak masalah, sabar ya bosss…! (Pdt. Imanuel Teguh Harisantoso, M.Si).

Refleksi

Olah spiritual siap menerima, bersabar dan bersyukur akan membawa pada kedewasaan iman.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap berkat kesabaran yang kami terima. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp