Melakukan dengan Kasih

1 Korintus 16 : 14

“Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!”

(1 Kor. 16:14)

Apakah Saudara pernah memperhatikan seorang ibu yang sedang memasak dan memotong – motong  sayuran atau daging. Ketika seorang ibu memotong – motong sayuran maka gerakan pisaunya berbeda ketika sedang memotong – motong daging. Akan jadi aneh jika memotong – motong sayuran, gerakan pisau dan raut wajahnya ibu tersebut seperti memotong – motong daging. Ini  menjadi bukti sederhana bagaimana seorang ibu tadi melakukan dengan kasih atau tidak.

Konteks bacaan kita  erada di kota Korintus. Korintus merupakan salah satu kota yang paling tua dan paling terkemuka di Yunani kuno, terletak kira-kira 5 km di sebelah barat daya kota Korintus moderen. Merupakan  kota perdagangan yang sangat maju dengan pengaruh budaya  dan agama – agama yang sangat kuat. Sehingga bisa dibayangkan, betapa sulitnya melakukan ajaran tentang kasih.

1 Korintus 16:14 “Lakukan segalanya dengan kasih”. Melalui Firman Tuhan, kita sebagai anak-anak Allah harus hidup dengan penuh kasih. Ini merupakan kalimat kalimat perintah. Kasih harus timbul dari dalam hati. Kasih sejati hanya bisa timbul ketika menyadari betapa YESUS sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Alkitab pernah bersabda bahwa kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Karena itu, sebagai orang percaya harusnya menjadi kasih bagi orang lain dan hidup saling mengasihi.

Ketika hati kita dipenuhi dengan kasih Allah maka apapun yang dilakukan pasti penuh damai dan sukacita. Apapun yang kita kerjakan baik tentang waktu, tenaga, harta, kepintaran, jabatan, pekerjaan, kemampuan, pelayanan dan menjadi berkat bagi orang lain, sehingga kasih dan kuasa Allah bisa terus mengalir deras.  Biarlah kasih Tuhan selalu terpancar melalui hidup kita.

Intinya adalah pekerjaan apa pun yang kita lakukan haruslah berdasarkan kasih Kristus. Alangkah indahnya kalau sivitas akademika UKSW melakukan tugas pelayanan di dasarkan kasih Tuhan Yesus. Pasti semua akan terasa sukacita dan damai sejahtera dihati. Pertanyaannya mau atau tidak? (sdy)

Refleksi:

Sudahkan sivitas akademika melakukan semua berdasarkan kasih Kristus?

Doa :

Tuhan berikan kami hati untuk melakukan segala sesuatu dengan dasar kasih Kristus, Amin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp