KINGDOM OF HEAVEN

Matius 13 : 24-30

“Hal kerajaan surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.”

(Matius 13 :24b)

Kerajaan Allah adalah konsep yang berakar dalam Perjanjian Lama. Dalam Maz. 22:29, 103:19, 145:13 Pemazmur sudah menyebut Tuhan adalah Raja. Demikian pula Daniel, Obaja, dan Tawarikh. Dalam Perjanjian Baru Yesus yang sering mengajar melalui perumpamanaan juga sering menjelaskan beragam aspek tentang kerajaan Allah/kerajaan Sorga. Istilah kerajaan Allah dan kerajaan sorga sebenarnya sama, hanya injil Matius yang menggunakan istilah kerajaan surga oleh karena pembertitaan Injil Matius sasarannya adalah orang Yahudi yang sangat menjaga tradisi dan hukum taurat dimana nama Allah adalah sakral karena itu tidak sembarang diucapkan. Berbeda dengan Markus dan Lukas menggunakan istilah kerajaan Allah yang sasaran pemberitaanya kepada orang-orang non Yahudi dengan tujuan supaya lebih muda dipahami.

Kerajaan Surga bukanlah sebuah tempat di negeri antah-berantah atau suatu tempat ketika kita sudah mati, apalagi dibalik awan ke tujuh/ kesembilan..dst. gagasan Yesus tentang kerajaan surga adalah gagasan kekinian. Dia ada di bumi dan ditengah-tengah kehidupan persekutuan.

Bacaan alkitab ini menggambarkan kepada kita bahwa Kerajaan sorga adalah sebuah keadaan dimana setiap orang percaya mampu bertahan hidup ditengah-tengah dunia ini dan tetap memegang komitmen imannya. Sebagaimana gandum harus hidup diantara lalang dan tetap hidup. Kemurnian iman orang percaya hanya dapat bertumbuh ditengah-tengah badai, ujian dan tantangan. Orang hanya akan disebut sabar jika dia bisa bertahan dalam kesabarannya diantara orang-orang yang tidak ramah dan suka menang sendiri. Yesus tidak mengijinkan para pekerja mencabut lalang tersebut karena bagi Yesus iman hanya akan bertumbuh ditengah-tengah tantangan dan persoalan.

Hidup dalam dunia berarti kita berada di dalam kepelbagian. Artinya mau atau tidak kita memang harus berada di tengah-tengah begitu banyak orang, dengan banyak perbedaan; dari cara hidup, pandangan hidup, sampai dengan prinsip hidup. Tetapi orang percaya harus tetap berdiri teguh sebagaimana ada dirinya. Tidak terpengaruh apalagi terhanyut. Hal kerajaan sorga adalah ketika orang-orang percaya dalam dunia ini dapat bertahan hidup bersama-sama dengan mereka yang tidak percaya dan tidak kehilangan identitasnya sebagai orang percaya. 

Refleksi :

Komitmen iman teruji ditengah tantangan

Doa :

Datanglah kerajaan-Mu, Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp