KESABARAN TUHAN, KESEMPATAN KITA UNTUK SELAMAT

 2 Petrus 3:15 

“Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya”

2 Petrus 3:15

Eko Pujiono dari kelompok Jati Padang pernah meramalkan bahwa Kristus akan datang pada tanggal 8 September 1988. Ia mendasarkan ramalannya pada 7 keajaiban dunia, seperti candi Borobudur, tembok besar Cina, makam Taj-Mahal sampai menara Gantung Babilonia sebagai padanan dari tujuh tanda-tanda akhir zaman yang ada dalam Alkitab. Apakah ramalan tersebut terwujud? Tidak. Tahun 2001, pasca reformasi dan terkaitt dengan isu millenium bug beredar buklet hitam-putih yang berjudul “Pengangkatan di Tahun 2001 dan Anak Terang Tahu Kapan Tuhan Yesus Datang” juga mengatakan, bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali akan terjadi pada 6 Juli 2001 (Harisantoso, 2020; 77).

Kisah di atas adalah sebagian kecil dari sekian banyak pengajaran yang menyesatkan perihal kedatangan Yesus yang kedua kali. Guru-guru palsu tersebut menggoncang iman jemaat untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan melakukan pengejekan iman Kristen. “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan” (2 Pet 3:4). Untuk itu Rasul Petrus mengingatkan kepada orang percaya sepanjang masa untuk menjawab persoalan ini dan sekaligus meneguhkan, memperingatkan orang percaya untuk mempersiapkan diri dalam menyongsong janji kedatangan Tuhan yang kedua kali. Bagaimana caranya? Ia memberikan nasihat dan petunjuk kehidupan sehari-hari, “Supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia” (2 Pet 3:14). Kalau toh, sampai hari ini Tuhan Yesus belum datang untuk kali kedua, apakah Ia tidak menepati janji? “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia mengjendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”. Artinya apa, kesabaran Tuhan adalah kesempatan bagi manusia untuk beroleh keselamatan (2 Pet 3:15).

Sembari menanti kedatangan Tuhan, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk dapat memanfaatkan setiap waktu anugerah Tuhan sebagai bagian dari upaya penyucian hidup. Gunakanlah hidupmu seolah ini adalah kesempatan terakhir bagimu. Tuhan memberkati. (Pdt. Imanuel Teguh Harisantoso, M.Si).

Refleksi:

Hidup adalah kesempatan terindah, buah dari anugerah kesabaran Tuhan.

Doa:

Tuhan Yesus, terima kasih untuk setiap kesempatan mewujudkan kebaikanMu dalam hidup ini. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp