KESABARAN ADA BATASNYA?

 Yeremia 15:15 

“ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena Engkau”.

Yeremia 15:15

Sakit hati dan kecewa. itu yang  dirasakan ketika  mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain. Ketika hasil kerja disepelekan dan tidak dihargai, kepercayaan dikhianati, atau ketika  perbuatan baik yang kita lakukan dibalas dengan kejahatan. Kekecewaan dan sakit hati akan menjadi semakin besar jika yang melakukannya adalah orang dekat. Bayangkan seorang yang kita percaya mengkhianati kita. Siapa yang bisa bersabar? Kesabaran itu ada batasnya! Demikian kata orang.

Yeremia berada dalam situasi kritis, kesabarannya telah habis. Ia meratap, mempertanyakan jalan hidupnya, seraya menggugat Tuhan Yeremia merasa telah memberi yang terbaik dalam mengikut Tuhan, tetapi kini ia berada di tepi jurang. Memang ketika Tuhan memanggil, memberi jaminan kokoh bahwa ia akan “menjadi tiang besi dan… tembok tembaga” (Yer. 1:18), yang akan berdiri tegak melawan seluruh bangsanya dan para pemimpinnya. Namun di tengah kehidupannya mengikut Tuhan, ia merasakan hantaman yang begitu hebat sehingga ia bertanya-tanya, jangan-jangan besi dan tembaga pun sebenarnya tak sekuat yang semula ia kira (Yeremia 15:12).

Yeremia memberikan yang terbaik, yang bisa dia persembahkan kepada Tuhan. Ia memelihara hidup kudus, tetapi mengapa hidupnya sengsara dan penuh keluh-kesah? Dengan penuh kecewa Yeremia berujar: “ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku terhadap orang-orang yang mengejar aku. Janganlah membiarkan aku diambil, karena panjang sabar-Mu, ketahuilah bagaimana aku menanggung celaan oleh karena  Engkau!”

Tidak selamanya perbuatan baik berbuah manis. Melakukan pekerjaan baik tidak mesti mendapat imbalan yang manis pula. Justru disitulah kesabaran kita diuji. Mau terus berbuat baik atau berhenti dan menjadi pecundang iman. Memang kesabaran kadangkala ada batasnya, tetapi kita mesti ingat bahwa Tuhan yang kita imani adalah Tuhan yang maha sabar yang akan tetap menolong dalam keterbatasan kita. (Pdt. Maria Belandina Tuulima, M.Si)

Refleksi

Perbuatan baik kita mungkin akan dilupakan orang, teruslah berbuat baik.

Doa

Ya Tuhan, berilah kepada kami kesabaran untuk terus melakukan pekerjaan-pekerjaan baik bagi kemuliaan namaMu, Amin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp