KEJAHATAN KOMUNIKATIF

Mazmur 27 : 7

Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!

Mazmur 27 : 7

Relasi antara manusia akan terjalin dengan indah bila terjadi interaksi yang baik. Interaksi mensyaratkan adanya aksi dan reaksi. Namun terkadang kita temukan atau alami sebuah relasi yang kurang baik sehingga tidak terjadi interaksi sebagiamana mestinya. Mungkin ada berbagai sebab mengapa seseorang tidak menanggapi aksi yang kita tujukan padanya, mungkin ada ribuan alasan mengapa komunikasi kita dengan orang tertentu itu buruk. Misalnya, kita sudah kirim chat WA, ternyata cuma diread saja, atau bahkan malah tidak dibaca berhari-hari dan berminggu-minggu sampai pesan kita dalam chat itu sudah basi. Interaksi yang tidak lancar macam begini biasanya terjadi bila tidak ada keseimbangan antara dua orang atau lebih dalam berkomunikasi. Ketidakseimbangan ini mungkin saja karena faktor struktural (pimpinan dengan bawahan / dosen dengan mahasiswa) atau tidak menganggap penting orang lain.

Nas kita ini juga menggambarkan komunikasi antara manusia dengan TUHAN. Bila secara struktural, maka TUHAN memiliki kedudukan yang lebih tinggi, jelas TUHAN punya hak untuk mau mendengarkan atau tidak terhadap seruan manusia. Namun secara Teologis, TUHAN telah menjadikan diriNya bersama dengan manusia melalui Yesus Kristus. Itu berarti TUHAN menjadikan diriNya berada dalam keseimbangan komunikasi dengan manusia. Bila dalam Perjanjian Lama TUHAN selalu berkomunikasi dengan umatNya melalui perantara para Nabi atau para hakim, maka dalam Perjanjian Baru TUHAN berkomunikasi secara langsung.

Melalui pemahaman di atas, maka bagi kita yang sering mengabaikan seruan orang lain karena 1001 alasan (khususnya alasan struktural), sebaiknya segera bertobat karena hal itu tidak bersesuaian dengan kerendahan hati TUHAN dalam berkomunikasi dengan umatNya. Selain itu, bagi kita yang sering teraniaya dalam berkomunikasi dan berinteraksi, harap bersabar dan berbesar hati. Berserulah kepada TUHAN agar kita diberikan jalan yang terbaik. Berserulah kepada TUHAN agar orang-orang yang terbiasa menindas kita secara komunikasi itu segera mendapatkan pencerahan dari TUHAN. (Pdt.Dr. Rama Tulus Pilakoannu, M.Si.)

Refleksi :
Apakah anda dan saya masih sering menganggap orang lain tidak penting sehingga mengabaikan relasi, komunikasi dan interaksi yang baik?

Doa:
Terimakasih Tuhan atas firmanMU yang memberikan pencerahan bagi masing-masing kami untuk memperbaiki pola dan sikap kami dalam berkomunikasi dengan sesama kami. Ampunilah segala dosa dan salah kami bila selama ini kami sering mangabaikan orang-orang yang menjalin komunikasi dengan kami. Amin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp