HIDUP DALAM DAMAI DENGAN SEMUA ORANG

Efesus 2:14 

“Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan”

Efesus 2 : 14

Menjadi pembawa damai bagi semua orang di manapun kita berada tentunya bukanlah perkara yang mudah, sebab untuk bisa berdamai dengan orang lain membutuhkan kesabaran dan penguasaan diri. Mengapa dan bagaimana dan dengan siapa sajakah kita harus berdamai? Pertanyaan seperti ini kerap kita pikirkan mengingat bahwa semakin besar, semakin pesatnya kemajuan zaman yang kita hadapi, dalam keberadaan kita di dunia ini, maka semakin banyak tantangan persoalan yang terjadi. Kawan bisa menjadi lawan, hubungan yang semula baik dapat menjadi rusak, tembok bahkan jurang pemisah pun semakin kuat dan curam dalam hubungan dengan sesama manusia bahkan dengan Allah sang pemberi kehidupan kita.

Apa yang diungkapkan oleh rasul Paulus pada ayat ini menyatakan sebuah gambaran keberadaan tiap-tiap orang yang sudah berada di dalam Kristus. Gambaran mengenai orang yang tadinya terpisah jauh dari Allah, kini oleh kasih dan karunia Kristus menjadi satu. Keterpisahan itu terjadi karena perbuatan DOSA yang telah membawa manusia bukan hanya terpisah dari Allah, tetapi juga membawa manusia terpisah dari sesamanya, sehingga muncul permusuhan atau perseteruan yang dibangun atas dasar suku, ras, agama dan bangsa. Untuk itu, Paulus menasehati supaya sebagai orang-orang yang sudah ditebus dan menerima kasih karunia berupa anugerah keselamatan, sudah seharusnyalah kita mengalami juga kedekatan dengan Allah serta membangun hubungan yang dekat dengan sesama.

Kedekatan dengan Allah dan sesama akan dapat menjadi kenyataan jika kita mau meruntuhkan tembok pemisah dan menjadi agen yang menjembatani terwujudnya perdamaian. Sebab jarak yang terjadi karena dosa, telah dihancurkan oleh darah Kristus, dengan demikian, maka jarak antara kita dengan sesama orang tebusan tidak boleh lagi ada. Alkitab berkata “….tidak ada orang Yahudi, tidak ada orang Yunani, tidak ada hamba atau orang yang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Galatia 3:28). Kita semua harus siap sedia, dimanapun dan apapun keberadaan kita untuk dapat menjalin hubungan yang baik. Caranya adalah dengan saling peduli, mengasihi, menghargai, melayani, mendoakan, membangun, menerima kelebihan bahkan kekurangan satu dengan yang lainnya serta mau saling mengampuni, sebab itulah teladan yang sudah Tuhan Yesus berikan dalam kehidupan kita yang harus kita lakukan. (Pdt. Vialinande Fabiola, M.Si)

Refleksi:
Kasih Allah meruntuhkan tembok pemisah dan membawa kita hidup dalam kedamaian.

Doa:
Kuatkan kami ya Tuhan, supaya dalam kelemahan kami dapat menjadi agen-agen pendamai dimanapun kami berada. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp