HATI PERLU BUKTI

Kisah Para Rasul 23 : 1

“Sambil menatap anggota-anggota Mahkamah Agung, Paulus berkata:”Hai saudara-saudaraku, sampai kepada hari ini aku tetap hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah.”

Kisah Para Rasul 23 : 1

Ketika dilakukan misi pencarian pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang pada tanggal 28 Desember 2014, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengerahkan kapal Baruna Jaya IV yang memiliki teknologi Multibeam echosounder yaitu kemampuan mengukur kedalaman laut dan juga mampu mendeteksi adanya obyek di dasar laut. Namun adakah teknologi yang mampu mengukur dalamnya hati seseorang?

Setelah peristiwa di Damsyik, Paulus mengalami perubahan total dalam hidup dan imannya. Hatinya telah mendapat cahaya dari Tuhan , sehingga ia memiliki hati nurani yang murni. Semula ia selalu menganiaya murid-murid Tuhan Yesus, sekarang justru sebaliknya ia dipakai Tuhan sebagai alat kesaksianNya. Perubahan karakter Paulus tersebut belum banyak diketahui dan belum bisa diterima oleh orang Farisi dan ahli Taurat. Oleh karena itu dihadapan Mahkamah Agama, Paulus perlu berbicara untuk menjelaskan identitas tentang siapa dirinya sekarang dan bagaimana imannya kepada Tuhan Yesus.

Bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, karakter Kristus harus diwujudkan dalam perilaku keseharian dan harus disaksikan kepada orang lain. Menjadi pengikut Kristus jangan sampai seperti tembok yang dikapur putih-putih (Kis 23:3) atau seperti kuburan yang dilabur putih (Mat 23:27). Pola kerja, pola pelayanan dan pola hidup kita sebagai sivitas akademika UKSW harus sesuai dengan karakter Kristus. Hati dan iman kita perlu dibuktikan. (Bapak Suwasono, S.Pd)

Refleksi:
Apakah kita sudah mewujudnyatakan karakter Kristus dalam hidup kita?

Doa:
Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami agar dapat meneladani karakter Kristus. Amin

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp