Berjalan Bersama Tuhan

Yunus
3 : 1-10

“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” (Yun. 3:2)

Dunia adalah ladang pelayanan yang sesungguhnya, dimana kita ada dan berjumpa dengan realita hidup. Pelayanan seringkali dipahami secara sempit dengan aktivitas gereja. Pelayanan sesungguhnya adalah kehidupan dengan Allah yang terkait dengan kehidupan dunia. Dalam pelayanan ini kita mesti mengerti panggilan yang sesungguhnya dan bergantung pada Allah sebagai sikap pertobatan kita, sehingga diperlengkapi untuk melayani-Nya.

Kitab Yunus diawali dengan panggilan Allah pada Yunus. Dia dipanggil untuk pergi ke Niniwe, tetapi dia tidak mendengarkan panggilan Allah dan pergi ke Tarsis. Tetapi Allah membawa dia kembali ke Niniwe dan membuat dia memberitakan murka Allah terhadap Niniwe. Pemberitaannya begitu berkuasa sehingga orang Niniwe segera berpuasa untuk bertobat. Iman di dalam Allah memampukan pertobatan orang-orang di Niniwe bertobat di hadapan Allah.

Perkataan Yunus adalah: “ Empat puluh hari lagi, Niniwe akan ditunggangbalikkan.” (Yun. 3:4). Hal ini membuat ketakutan seisi kota dan mereka berpuasa untuk empat puluh hari berikutnya. Inilah panggilan bagi kita setiap orang yang percaya dalam berjalan bersama Tuhan dan mengikuti teladan yang Tuhan sudah berikan bagi kita. Panggilan dari Tuhan saat bagi kita untuk introspeksi memeriksa kehidupan kita dan berjalan di jalan pertobatan.

Panggilan Yunus  dalam Kitab Yunus pasal 3 ini, mirip dengan panggilan murid pertama dalam Injil Lukas. Yunus sampai ke Niniwe dalam proses panggilan oleh Tuhan yang sangat panjang waktunya. Yunus harus berhadapan dengan hal-hal yang besar untuk sampai di kota Niniwe yang besar. Tuhan harus membawa Yunus ke Niniwe dengan badai yang besar dan ikan yang besar. Hal ini pun sering menjadi potret hidup beriman kita, seringkali iman kita juga sibuk dengan hal-hal yang besar. Seolah-olah hubungan atau relasi dengan Allah menjadi berarti kalau hal-hal yang besar dan spektakuler terjadi dalam hidup kita.

Marilah dalam mengawali aktifitas kita di tahun yang baru tahun 2020, segenap civitas akademika UKSW memahami setiap panggilan kita di unit kerja masing-masing dengan terus bergantung pada Allah dan senantiasa berjalan bersama Allah, sehingga apapun yang kita kerjakan hanya untuk memuliakan nama-Nya. (ep)

Refleksi:

Sudahkah kita merespon panggilan kita dalam dunia kerja dengan tetap bergantung pada Tuhan?

Doa:

Ya, Tuhan mampukanlah kami untuk merespon panggilan kami dengan tetap bergantung dan berjalan bersama Engkau, Amin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp