ALLAH, ITU JAWABANNYA!

 Ayub 38 : 28 

Apakah hujan itu berayah? Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun?

Ayub 38 : 28

Keputusan yang dijatuhkan kepada Ayub oleh para sahabat telah menggelapkan jalan hikmat sampai Elihu angkat bicara. Jalan itu kini tercerahkan sepenuhnya oleh Suara dari dalam badai. Sangatlah tepat bahwa pendekatan Tuhan kepada Ayub adalah dalam bentuk tantangan. Dengan cara yang sama pula Dia telah menghadapi Iblis (1:7,8; 2:2-3). Allah menantang Iblis dan Ayub dengan cara mengkonfrontasi, mereka dengan karya-karya-Nya yang ajaib. Dan karena Ayub sendiri merupakan hasil karya ilahi yang dengannya Iblis ditantang, maka melalui keberhasilan- Nya untuk menantang Ayub ini Allah melengkapi kemenangan-Nya dalam tantangan-Nya kepada Iblis. Proses pengadilan di mana sang Khalik menantang makhluk ciptaan-Nya merupakan ujian hikmat. Sebagian besar dari pertanyaan Allah berhubungan dengan kuasa untuk melaksanakan, namun konsep hikmat Perjanjian Lama juga mencakup talenta dari sang ahli. Perhatian diarahkan kepada hikmat sang Khalik yang tak terselami sebagaimana tampak di mana-mana di bumi (38:4- 21), di langit (38:22-38), dan di dunia hewan (38:39-39:30), yang disajikan dalam urutan yang pada hakikatnya juga dipakai Pembicara ini di Kejadian 1. Ayub menjadi makin memahami betapa hebatnya ketidaktahuan dan ketidakmampuan dirinya.

Pekerjaan Allah seringkali penuh dengan misteri, rencana agungnya tak terselami oleh hikmat manusia. Demikian juga, ujian yang terjadi kepada Ayub, rencana-Nya bagi Ayub terselubung. Dalam kebimbangannya Allah memberikan jawab kepada Ayub dengan menyatakan kemahakaryaan-Nya yang ajaib, yang pada akhirnya menyadarkan Ayub terhadap betapa kecilnya dirinya dihadapan Allah. Menyadari ketakberdayaannya dihadapan Allah yang Mahaberdaya menjadikan dirinya berpasrah diri kepada Allah.

Demikian juga, dalam mengerjakan visi dan misi UKSW, seringkali mungkin kita menghadapi tantangan-tantang besar di era global. Mari kita belajar menatap kemahaberdayaan Allah atas segala sesuatu sehingga kita belajar mempercayakan segala sesuatunya kepada Allah sembari kita terus mengerjakan yang terbaik bagian kita. Allah itulah jawabannya. (AS)

Refleksi:

Ketika kita merasa putus asa di tengah berbgai ujian iman yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup kita. Marilah kita memandang Allah yang memiliki hikmat yang tak terbatas dan kemahakuasaannya yang sanggup menolong kita.

Doa:

Ya Tuhan, tolonglah kami untuk senantiasa berpaut kepadaMu dalamĀ  hidup ini. Amin.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp